Mengenal Saya

Foto saya
Zahrina Nurbaiti tinggal di Ulujami, Pesanggrahan. Telah berkeluarga bersama Ir. H. Rudi Lesmana. Saya biasa dipanggil Iin. email: zahrinapks@yahoo.com

Kamis, 10 Juni 2010

Kewanitaan PKS Pesanggrahan Adakan Pengajian Forsitma

Pesanggrahan - Hari Sabtu, 29 Mei 2010 pukul 09.30-11.30 WIB, Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan mengadakan pengajian Forum Silaturahmi Tokoh Majelis Taklim (FORSITMA) di Sekretariat DPC PKS Pesanggrahan Jl. Bintaro Permai 3 No.11 RT.002 RW.09, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan

Acara pengajian Forsitma yang dihadiri 27 orang ustadzah dan 5 kader akhwat kornit ini diawali dengan pembacaan Alquran yang dibacakan oleh ustadzah Hj. Siti Zahriyah dengan pembawa acara oleh ibu Dwi Kurniati.

Selanjutnya penyampaian materi oleh Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan Hj Zahrina Nurbaiti, S.Sos, S.So.I, MM. Tema yang diangkat adalah tentang tanda-tanda hati yang hidup. Zahrina menjelaskan ada lima tanda hati yang hidup, yaitu pertama, lapang dada.

“Rasulullah SAW menjelaskan, bahwa tanda-tanda hati yang lapang yaitu kembali kepada akhirat yang abadi, mengabaikan dunia yang penuh tipu muslihat dan bersiap-siap menyambut kematian sebelum kedatangannya, riwayat Al-Baihaqi,” ujarnya.

Kedua, bergetar ketika mendengar nama Allah disebut. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Anfal ayat 8, yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka”.

Ketiga, khusyu. Ibnu Rajab mendefinisikan khusyuk adalah kehalusan,kelembutan, ketenangan, ketundukan, kelemahan dan kepedihan hati. Aapabila hati khusyuk, ia akan diikuti oleh khusyuknya seluruh anggota tubuh, karena seluruh anggota tubuh adalah pegikut baginya.

Keempat, cepat terpengaruh nasihat. Jika hati telah terpengaruh kebaikan, maka kelembutan dan kekhusyukannya pun akan bertambah, kemudian tertuang ke seluruh anggota tubuh, sehingga kulit pun merinding dan mata pun menitikkan air mata.

Demikian Iin, sapaan akrab Zahrina Nurbaiti, menerangkan tentang empat tanda-tanda hati yang hidup. Tak terasa, acara yang berlangsung serius namun santai itu telah berakhir. Namun, pertanyaan dari para ustadzah tetap menghangatkan suasana dalam pengajian tersebut.

Beberapa pertanyaaan dari para ustadzah antara lain, ustadzah Hj Trimah dari DPRa Pesanggrahan yang bertanya tentang kiat-kiat menghidupkan hati. Lalu pertanyaan ustadzah Hj Sopiah dari Bintaro yang bertanya tentang doa menghidupkan hati serta ustadzah Arofah dari Pesanggrahan yang memberikan masukan kiat menghidupkan hati.

Iin menjawab pertanyaan yang disampaikan para ustadzah secara singkat dan jelas karena waktu telah. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 11.15, acara pun berakhir, ditutup oleh doa yang disampaikan oleh ustadzah Hj Hayati dari Bintaro. Semoga saat mereka kembali ke rumah masing-masing dengan membawa ilmu yang bermanfaat. (zn/yus/pkspesanggrahan)


Iin sedang memberikan ceramah di pengajian FORSITMA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar