Mengenal Saya

Foto Saya
Zahrina Nurbaiti tinggal di Ulujami, Pesanggrahan. Telah berkeluarga bersama Ir. H. Rudi Lesmana. Saya biasa dipanggil Iin. Kontak Saya di RUMAH CINTA - 08999970846, email: zahrinapks@yahoo.com


Senin, 11 Oktober 2010

50 Ustadzah Forsitma Adakan Dialog Interaktif Dengan Triwisaksana

Bintaro - Sebanyak 50 orang ustadzah yang tergabung dalam Forum Silaturrahmi Tokoh Majelis Taklim (Forsitma) bertemu anggota legislatif DPRD DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di kediamannya Jl Kenangan 2 Bintaro Jakarta Selatan, Hari Sabtu, 9 Oktober 2010 pukul 16.00-17.45 WIB

Acara yang berlangsung santai tersebut sangat berkesan bagi para ustadzah karena yang mereka tanyakan langsung kepada Triwisaksana langsung dijawab secara lugas, singkat, padat dan jelas oleh Triwisaksana yang akrab disapa Bang Sani.












Halal Bihalal dan Dialog Interaktif Ustadzah Forsitma

Bintaro - Hari Sabtu, 9 Oktober 2010 pukul 16.00-17.45 WIB, Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan bersama 50 orang ustadzah yang tergabung dalam Forsitma (Forum Silaturrahmi Tokoh Majelis Taklim) mengadakan halal bihalal dan dialog interaktif dengan anggota legislatif DPRD DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana.

Acara yang dilangsungkan di rumah kediaman Triwisaksana, Jl Kenanga 2 Bintaro Jakarta Selatan ini dihadiri sebanyak 50 tokoh ustadzah Forsitma se DPC PKS Pesanggrahan serta 12 orang pengurus kewanitaan DPC dan DPRa PKS se Pesanggrahan

Acara diawali dengan pembacaan Alquran oleh ustadzah Dra Hj Siti Khadijah saritilawah ustadzah Yanti dengan pembawa acara oleh ibu Alnafiya. Selanjutnya sambutan dari Lilia Sari selaku shahibul bait. Dalam sambutannya, Lilia Sari mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para ustadzah Forsitma dalam rangka Halal Bihalal.

Hal senada diungkapkan Ketua Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan Hj. Zahrina Nurbaiti, S.Sos,S. Sos. I, MM dalam sambutannya. Zahrina mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran para ustadzah Forsitma dan juga kebersamaan yang indah bersama kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan selama 5 tahun ini.

Zahrina mengatakan siapapun yang menjadi Ketua Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan selanjutnya, para ustadzah Forsitma harus tetap bersemangat untuk menghadiri pengajian bulanan, bahkan harus lebih bersemangat lagi. “Ya, pekan depan PKS akan menyelenggarakan Muswil, setelah itu baru Musda dan terakhir Muscab,” ujar Zahrina, yang biasa dipanggil Iin.

Acara dialog interaktif dengan anggota legislatif DPRD DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana menjadi penutup rangkaian acara halal bihalal serta dialog interaktif ini.

Triwisaksana memaparkan tentang kesibukannya setelah menjadi Aleg DPRD DKI Jakarta, Ketua Umum DPW PKS Jakarta, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta serta Ketua Balegda DKI Jakarta.

Walaupun banyak pertanyaan yang diajukan para ustadzah Forsitma kepada Triwisaksana, namun hal itu dijawab dengan gamblang oleh Triwisaksana hingga para ustadzah merasakan jawaban yang disampaikan sangat memuaskan para ustadzah.

Diantara pertanyaan yang diajukan, seperti dari ustadzah Dra Hj Siti Khadijah yang menanyakan tentang biaya pendidikan untuk anak yatim berprestasi, bagaimana caranya? Ya, insya Allah akan diusahakan dicarikan beasiswanya, jawab Triwisaksana yang akrab dipanggil Sani.

Belum lagi pertanyaan seputar bahaya banjir di RW 01 Ulujami yang ditanyakan ustadzah Hj Enong. Dalam hal ini Triwisaksana berjanji, akan menindaklanjuti masalah banjir ini. Sedangkan dari ustadazh Dra Hj Horsita dari Petukangan Utara, memohon bantuan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk membantu mengajarkan alquran bagi anak anak pemulung.

Sementara itu, ustadzah Mahiyah dari Petukangan Selatan mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ustadz Sani dalam meringankan biaya pengobatan Almarhumah Ibunya di RS Fatmawati dengan kemudahan SKTM atas referensi beliau.

Ustadzah Mahwati dari Ulujami juga menghimbau agar para kader PKS di Kecamatan ini lebih peduli dalam menangani bahaya banjir dengan bekerja bakti bersama membersihkan lingkungan RT masing-masing. Semua permasalahan yang diutarakan para ustadzah Forsitma dijawab secara lugas, singkat, padat dan jelas oleh ustadz Sani.

Jawaban serta masukan yang disampaikan Triwisaksana dirasa kurang oleh para ustadzah karena terkendala oleh waktu yang telah memasuki adzan maghrib. Acara ditutup dengan doa oleh ustadzah Hj Hayati dari Bintaro dan dilanjutkan dengan saling bermaafan.

Ada raut kebahagiaan terpancar di wajah para ustadzah setelah mengadakan dialog interaktif dengan Triwisaksana, ditambah panganan yang telah mereka bawa sebagai tanda semangat dan cinta dari tuan rumah untuk disantap bersama keluarga. (iin/pkspesanggrahan)

Kamis, 10 Juni 2010

Kewanitaan PKS Pesanggrahan Adakan Pengajian Forsitma


Iin sedang memberikan ceramah di pengajian FORSITMA


Pesanggrahan
- Hari Sabtu, 29 Mei 2010 pukul 09.30-11.30 WIB, Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan mengadakan pengajian Forum Silaturahmi Tokoh Majelis Taklim (FORSITMA) di Sekretariat DPC PKS Pesanggrahan Jl. Bintaro Permai 3 No.11 RT.002 RW.09, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan

Acara pengajian Forsitma yang dihadiri 27 orang ustadzah dan 5 kader akhwat kornit ini diawali dengan pembacaan Alquran yang dibacakan oleh ustadzah Hj. Siti Zahriyah dengan pembawa acara oleh ibu Dwi Kurniati.

Selanjutnya penyampaian materi oleh Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan Hj Zahrina Nurbaiti, S.Sos, S.So.I, MM. Tema yang diangkat adalah tentang tanda-tanda hati yang hidup. Zahrina menjelaskan ada lima tanda hati yang hidup, yaitu pertama, lapang dada.

“Rasulullah SAW menjelaskan, bahwa tanda-tanda hati yang lapang yaitu kembali kepada akhirat yang abadi, mengabaikan dunia yang penuh tipu muslihat dan bersiap-siap menyambut kematian sebelum kedatangannya, riwayat Al-Baihaqi,” ujarnya.

Kedua, bergetar ketika mendengar nama Allah disebut. Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat Al Anfal ayat 8, yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka”.

Ketiga, khusyu. Ibnu Rajab mendefinisikan khusyuk adalah kehalusan,kelembutan, ketenangan, ketundukan, kelemahan dan kepedihan hati. Aapabila hati khusyuk, ia akan diikuti oleh khusyuknya seluruh anggota tubuh, karena seluruh anggota tubuh adalah pegikut baginya.

Keempat, cepat terpengaruh nasihat. Jika hati telah terpengaruh kebaikan, maka kelembutan dan kekhusyukannya pun akan bertambah, kemudian tertuang ke seluruh anggota tubuh, sehingga kulit pun merinding dan mata pun menitikkan air mata.

Demikian Iin, sapaan akrab Zahrina Nurbaiti, menerangkan tentang empat tanda-tanda hati yang hidup. Tak terasa, acara yang berlangsung serius namun santai itu telah berakhir. Namun, pertanyaan dari para ustadzah tetap menghangatkan suasana dalam pengajian tersebut.

Beberapa pertanyaaan dari para ustadzah antara lain, ustadzah Hj Trimah dari DPRa Pesanggrahan yang bertanya tentang kiat-kiat menghidupkan hati. Lalu pertanyaan ustadzah Hj Sopiah dari Bintaro yang bertanya tentang doa menghidupkan hati serta ustadzah Arofah dari Pesanggrahan yang memberikan masukan kiat menghidupkan hati.

Iin menjawab pertanyaan yang disampaikan para ustadzah secara singkat dan jelas karena waktu telah. Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 11.15, acara pun berakhir, ditutup oleh doa yang disampaikan oleh ustadzah Hj Hayati dari Bintaro. Semoga saat mereka kembali ke rumah masing-masing dengan membawa ilmu yang bermanfaat. (zn/yus/pkspesanggrahan)

Selasa, 09 Maret 2010

Pos WK Nurul Jannah Praktek Langsung Pembuatan Pupuk Kompos

Pesanggrahan - Hari Minggu (7/3/2010) pukul 09.00-11.00 WIB, Bidang Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan mengadakan pembuatan pupuk kompos di Pos WK Nurul Jannah, Jalan Garuda Bawah RT 008 RW 12 Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Bertempat di rumah ustadzah Hj. Rosiah, sebanyak 20 orang peserta mengikuti pembuatan pupuk kompos dengan pembicara drg Retno. Sebelumnya, kata sambutan disampaikan ustadzah Rosiah selaku Ketua Pos WK Nurul Jannah, Bintaro serta Ketua Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan, Zahrina Nurbaiti.

Pos WK Nurul Jannah Bintaro merupakan pilot project dari seluruh Pos WK yang ada di Kecamatan Pesanggrahan. Saat ini, jumlah pos WK yang masih aktif dan bergerak di DPC PKS Pesanggrahan sebanyak 34 pos WK. (zn/yus/pkspesanggrahan)









Klik Rumah Cinta ZAHRINA, hanya di :
Zahrinanurbaiti


Pos WK Nurul Jannah Sebagai Pilot Project Pembuatan Pupuk Kompos

Pesanggrahan - Bidang Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan, pada hari Minggu, 7 Maret 2010 mulai pukul 09.00-11.00 WIB mengadakan pembuatan pupuk kompos di Pos WK Nurul Jannah Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Bertempat di rumah Ustadzah Hj. Rosiah, Jalan Garuda Bawah RT 008 RW 12, sebanyak 20 orang peserta yang terdiri dari para anggota pos WK Nurul Jannah dan juga para kornit se-DPC PKS Pesanggrahan. Pos WK Nurul Jannah Bintaro merupakan pilot project dari seluruh Pos WK yang ada di Kecamatan Pesanggrahan. Saat ini, jumlah pos WK yang masih aktif dan bergerak di DPC PKS Pesanggrahan sebanyak 34 pos WK.

Acara diawali dengan pembacaan alquran oleh ukhti Roza Dwi Marina, yang dipandu oleh pembawa acara Ibu Dwi. Acara selanjutnya berupa sambutan oleh Ustadzah Rosiah selaku Ketua Pos WK Nurul Jannah, Bintaro.

Dalam sambutannya, Ustdzah Rosiah mengucapkan banyak terima kasih kepada Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan bersama timnya yang selalu berusaha melayani masyarakat, khususnya di Bintaro dan Pesanggrahan secara keseluruhan.

“Saya juga menyambut gembira dan positif dengan terpilihnya pos WK Nurul Jannah Bintaro sebagai pilot project di DPC Pesanggrahan,” katanya. Sambutan selanjutnya oleh Ketua Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan Hj. Zahrina Nurbaiti, S.Sos,S.Sos.I,MM. Zahrina Nurbaiti yang akrab dipanggil Iin menjelaskan bahwa Kewanitaan DPC PKS Pesanggrahan telah memberikan 10 keranjang takakura se-DPC PKS Pesanggrahan.

Iin berharap semoga program pembuatan pupuk kompos ini nantinya mampu memberikan tambahan atau income bagi para anggota pos WK se-DPC PKS Pesanggrahan, sepertinya halnya tanaman rosela di Depok yang dapat memberikan income bagi anggota pos WK di Depok. “Sehingga kehadiran pos WK di tengah-tengah masyarakat dirasakan manfaatnya dan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian PKS terhadap masyarakat,” kata Iin, menutup sambutannya.

Pembacaan doa oleh ustadzah Rosiah menjadi penutup rangkaian acara yang dilanjutkan dengan praktek langsung pembuatan pupuk kompos oleh drg. Retno Susilowati. Ibu Retno menjelaskan secara detail dan gamblang tentang pembuatan pupuk kompos. “Pertama, dengan menyediakan keranjang takakura yang berlubang, sehingga udara segar bisa masuk. Lalu diberi alas plastik yang diisi sabut kelapa atau sekam (bantalan),” ujarnya.

Sekeliling keranjang, lanjut drg Retno, harus dilapisi kardus yang berfungsi mengatur kelembapan, menyerap kelebihan air dan adonan kompos tidak keluar dari lubang keranjang. “Kompos lama sebanyak 6-8 kg dimasukkan ke keranjang takakura sebagai biang (pemancing fermentasi) karena di dalamnya terkandung mikroba kompos,” kata drg Retno.

“Selanjutnya sampah dapur/meja makan yang sudah dicacah dimasukkan dan dibenamkan ke dalam kompos sampai sampah tidak terlihat. Sebelum sampah baru dimasukkan, timbunan lama diaduk-aduk dulu dengan cetok panjang, untuk memberi udara segar ke bagian bawah bahan kompos. Pengomposan berjalan apabila adonan menjadi panas bila diraba, atau keluar air jika diaduk,” ungkap drg Retno, kepada para peserta yang hadir.

“Apabila bahan kompos menjadi terlalu basah atau berair (biasanya dibarengi bau busuk), jangan dijemur tetapi ditambahkan serbuk gergaji. Kemudian adonan diaduk merata sampai bawah. Penambahan bekatul/dedak sebagai suplemen akan membuat mikroba lebih sehat dan lebih giat mengolah kompos. Adonan akan menjadi panas,” pungkas drg Retno.

Acara pembuatan pupuk kompos itu dikemas dengan santai, hal itu untuk memudahkan para peserta langsung berinteraksi dengan pembicara. Hasilnya, banyak pertanyaan yang diajukan dari para anggota pos WK Nurul Jannah dan juga para kornit kepada pembicara, drg Retno.

Tak terasa, waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB dan acara pun segera berakhir. Sebelum berakhir, drg. Retno mengarahkan bahwa minggu depan, Insya Allah akan dikontrol kembali pupuk kompos tersebut.

Bahkan drg. Retno memberikan kartu nama, agar ibu-ibu pos WK Nurul Jannah yang akan membuat pupuk kompos dapat bertanya atau menelepon beliau secara langsung, jika mengalami hambatan dalam proses pembuatan kompos tersebut. Para anggota pos WK Nurul Jannah dan para kornit kembali ke rumah masinng-masing dengan gembira, karena mendapatkan ilmu yang bermanfaat. (zn/yus/pkspesanggrahan)


Klik Rumah Cinta ZAHRINA, hanya di :
Zahrinanurbaiti